Jika engkau merasa bahwa segala yang disekitarmu gelap dan pekat, tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah, yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka? Berhentilah mengeluhkan kegelapan itu, sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan. Maka berkilaulah!
Selasa, 07 Agustus 2012
Bajul Mati (8 Juli 2012)
Teringat beberapa serpih semangat mereka, perjuangan di bawah perintah. Mencoba satukan tujuan, walau ternyata itu bukan hal yang mudah. Perjalanan tak hanya sebatas bagaimana kita melangkah, tapi juga bagaimana kita memiliki ruang di dalamnya.
Mungkin tak banyak hal yang menjadi kenangan. Tapi hanya ingin menuliskan, bahwa kalian pernah ada untuk membantu agar mimpi bisa di perjuangkan. Aku mengerti, waktu yang membuat kalian sibuk dengan dunia yang kini menjadi sandaran. Aku juga mengerti, terkadang pilihan yang membuat kalian berlari pergi mengubur paksa tujuan yang pernah kita ikrarkan bersama. Aku pun mengerti, karena aku pun juga sering seperti itu.
Sering, dan teramat sering hati ini meronta melihat kalian yang telah memiliki kotak rahasia sehingga melupakan bahwa di luar masih banyak bunga untuk di petik. Dia telah memberikannya, hanya saja kita terkadang mengabaikan begitu saja.
Tapi sudahlah, semoga kalian temukan bunga yang lebih indah di luar sana. Dan aku harap itu dari Dia, bukan yang lain. Untuk cahaya pertama yang tak banyak senyumnya, aku harap kau mengerti.
Terus saja berjalan, walau caci, walau maki, walau semangat ini naik turun kita kobarkan. Tangan ini tetap bergandengan. Senyum ini tetap mengembang. Hati ini tetap terpaut untuk tujuan awal kita. Dan goresan tangan ini, adalah bukti bahwa kalian pernah ada untukku.
*Ayo tadarusan bareng. Rencana I'tikaf dimana nih ? (sambil mengusap beberapa butiran yang jatuh di pipi)
Kepada kalian Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM)
Sabtu, 28 Juli 2012
Cinta, biarkan aku menyambut Cinta-Nya
Cinta,
telah lama kita dipisahkan, melalui jarak, melalui waktu…
tak kutemui lagi senyum manismu, tak kujumpai lagi gelak
candamu…
Aku yang pendiam, dan sosokmu yang periang…
Cinta,
kata terakhirmu yang terlontar adalah “Jaga dirimu baik-baik”
Aku menjaga diriku, walau di hatiku masih terbesit keinginan untuk
mengetahui kabarmu…
Siapa yang tidak pernah jatuh cinta, cinta?
Cinta,
Saat itu aku bingung…
Mengapa kamu yang aku pilih…
Aku tertawa sekarang, mungkin sebuah kesalahan di masa lalu
ketika kubiarkan jiwamu datang mengetuk pintu hatiku…
Cinta…
Jiwamu benar-benar menyapa hatiku,
Sungguh cuma sampai di situ…
Lalu Dia menyadarkanku, cinta, tentang dirimu dan juga kesalahanku…
Cinta, sungguh tak pernah aku sesali,
Kau sungguh baik, kau tidak pernah menuntut suatu hubungan…
Kau hanya memberi cinta…
Tanpa pernah menuntut cinta dariku…
Mungkin itu yang membuatku luluh…
Baiklah cinta…
Saat itu mungkin kau tak tau aku juga kagum padamu…
Terima kasih, Cinta,
Atas pengorbananmu… Atas sikap baikmu dan juga cinta yang kau
hadirkan untukku…
Tapi, Cinta…
Sekarang sudah kutemukan cinta yang jauh lebih besar darimu…
Bahkan hatiku pun tak mampu menerima muatan cinta itu…
Aku terbuai dengan cinta-Nya, cinta…
Alunan kasih sayang-Nya telah menyemai molekul cinta yang
dalam di hatiku…
Sungguh harus kutinggalkan engkau, cinta…
Karena hatiku hanya dapat mencintai satu cinta…
Cinta-Nya tak pernah berhenti padaku, sekalipun saat aku
meninggalkan-Nya…
Selamat tinggal, cinta…
Aku memilih-Nya…
Ya, aku memilih cinta-Nya…
Sampai kapan pun, tak akan tergantikan, sekalipun olehmu…
cinta…
Ku titipkan cinta pada Sang Maha Cinta.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/07/21399/cinta-biarkan-aku-menyambut-cinta-nya/#ixzz21vcKUsAc
telah lama kita dipisahkan, melalui jarak, melalui waktu…
tak kutemui lagi senyum manismu, tak kujumpai lagi gelak
candamu…
Aku yang pendiam, dan sosokmu yang periang…
Cinta,
kata terakhirmu yang terlontar adalah “Jaga dirimu baik-baik”
Aku menjaga diriku, walau di hatiku masih terbesit keinginan untuk
mengetahui kabarmu…
Siapa yang tidak pernah jatuh cinta, cinta?
Cinta,
Saat itu aku bingung…
Mengapa kamu yang aku pilih…
Aku tertawa sekarang, mungkin sebuah kesalahan di masa lalu
ketika kubiarkan jiwamu datang mengetuk pintu hatiku…
Cinta…
Jiwamu benar-benar menyapa hatiku,
Sungguh cuma sampai di situ…
Lalu Dia menyadarkanku, cinta, tentang dirimu dan juga kesalahanku…
Cinta, sungguh tak pernah aku sesali,
Kau sungguh baik, kau tidak pernah menuntut suatu hubungan…
Kau hanya memberi cinta…
Tanpa pernah menuntut cinta dariku…
Mungkin itu yang membuatku luluh…
Baiklah cinta…
Saat itu mungkin kau tak tau aku juga kagum padamu…
Terima kasih, Cinta,
Atas pengorbananmu… Atas sikap baikmu dan juga cinta yang kau
hadirkan untukku…
Tapi, Cinta…
Sekarang sudah kutemukan cinta yang jauh lebih besar darimu…
Bahkan hatiku pun tak mampu menerima muatan cinta itu…
Aku terbuai dengan cinta-Nya, cinta…
Alunan kasih sayang-Nya telah menyemai molekul cinta yang
dalam di hatiku…
Sungguh harus kutinggalkan engkau, cinta…
Karena hatiku hanya dapat mencintai satu cinta…
Cinta-Nya tak pernah berhenti padaku, sekalipun saat aku
meninggalkan-Nya…
Selamat tinggal, cinta…
Aku memilih-Nya…
Ya, aku memilih cinta-Nya…
Sampai kapan pun, tak akan tergantikan, sekalipun olehmu…
cinta…
Ku titipkan cinta pada Sang Maha Cinta.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/07/21399/cinta-biarkan-aku-menyambut-cinta-nya/#ixzz21vcKUsAc
Senin, 23 April 2012
Putih
Ku turuni tangga pagi benar. Melintasi pijakan lantai basah hujan kemarin. Berjalan diantara A dan B. Mereka sudah hadir pagi ini. TUMBEN, pikirku. Aku bersiap, memotret, menulis, meliput atau sekedar oret-oret pada binder lamaku. Ku berjalan kanan kiri kanan kiri. Kurasa ada yang mengawasiku. Ya, dia melihat lama sejak aku jauh berjalan. Tadi.
Dia bergegas, membawa sesuatu padaku. Dengan langkah sempurna dia mendekati. "Cepat sana", teriak yang lain tanpa bisa kulihat siapa dia.
. . .
Selamat hari Kartini.
Dan dia menyerahkan benda itu padaku. Putih. (21/4)
Dia bergegas, membawa sesuatu padaku. Dengan langkah sempurna dia mendekati. "Cepat sana", teriak yang lain tanpa bisa kulihat siapa dia.
. . .
Selamat hari Kartini.
Dan dia menyerahkan benda itu padaku. Putih. (21/4)
Minggu, 25 Desember 2011
antara zahra dan serdadu. .
Kurasa tak selamanya kepergian menimbulkan sesal berkepanjangan. Ketika sesuatu yang kau mau ternyata tak untukmu. Ketika biru langit dan hijau rumput harus sama bersenang-senang. . teduh berwarna diantara zahra yang sama rupa tapi berbeda. saat dua serdadu mempertemukan warna zahra nan agung. Subhanallah. .
Wahai pemilik zahra biru di belahan satir suci sana, banyak madu yang kudapat dari dalam dirimu. . Kelopak dan harum rupamu, semoga bukan fatamorgana yang kulihat. . Janji Allah itu pasti, kau akan mendapat serdadu yang baik rupa dan hatinya. Aku akan tetap berdoa, warna Zahramu tak perhan luntur. Jiwamu tak pernah kusut dan layu. Zahra biru, Allah tak pernah menciptakan sesuatu dengan kesia-siaan. Tetap berlari menggandeng di sampingku, Zahra biru. . (R_N)
Untuk pemilik Zahra merah jambu yang menjadi cermin bagi diriku sendiri. Berubahlah. Bukan itu yang disebut muslimah yang kaffah. Tetaplah bersujud dan menengadah terhadapNya. Buktikan pada mentari bahwa kau diciptakan untk ada. Zahra merah jampu, kau juga harus yakin bahwa serdadu sedang menunggumu. Apa kau ingin memberikan yang ‘bekas’ untuknya? Sedangkan serdadu terus menjaganya sampai saatnya bertemu denganmu? Apa kau ingin menghianati kasih suci yang dijaganya selama ini?
. .
. . .
Kepada pemilik Zahra dan Serdadu di dunia ini. Aku yakin, Kau pemilik Maha yang kekal. Tunjukkan kemudahan dan keselamatan kepada kami, hambaMu. Manusia yang tak pernah luput dari lalai dan lupa. Maafkan kami. Jadikan kami menjadi Zahra dan Serdadu pilihanMu. Biarkan kami sama-sama mengabdi. UntukMu, keluarga kami, dan calon keluarga baru yang suatu saat aku yakin Kau akan mempertemukan dengan waktu dan saat yang indah. .
Ya Rabb,
Aku tahu, aku percaya, kau kini mendengarku. Pagi ini, aku mohon Tuhan. Kabulkan doaku. .
-dualapan, USA Dormitory-
saat mereka masih terlelap,,
Langganan:
Postingan (Atom)



